Senin, 28 Agustus 2017

Nabi Adam AS: Penciptaan Nabi Adam

“Dahulu kala, makhluk yang pertama kali menempati bumi adalah bangsa jin, lalu mereka berbuat kerusakan dan saling membunuh, kemudian Allah mengutus Iblis untuk membunuh mereka dan bangsanya hingga mereka terpojok ke daerah-daerah pegunungan dan laut. Kemudian Allah menciptakan Nabi Adam untuk ditempatkan di muka bumi.” (Ibnu Abbas).

“Allah berkata kepada malaikat bahwa Dia akan menciptakan khalifah di atas bumi, lalu Allah memberitahu bahwa sifat manusia yang akan diciptakannya begini dan begini, kemudian Malaikat bertanya: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” (Mujahid dan Abdullah bin Amr). 
“Timbulnya pertanyaan malaikat tersebut setelah Allah memberitahu malaikat tentang sifat manusia dan Allah mengizinkan malaikat untuk bertanya. Lalu Allah menjawab "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."” Ibnu Jarir.

Semua ini berawal ketika Allah SWT memerintahkan malaikat Izrail bersama malaikat Jibril, Israfil, dan Mikail pergi ke bumi untuk mengambil tanah dalam proses penciptaan Nabi Adam AS.


Dalam sebuah hadist mu’tabar yang dinukil dari Imam Ja’far al-Shadiq disebutkan bahwa sebelum menciptakan Nabi Adam dari tanah, Allah SWT terlebih dahulu memberi kabar terhadap bumi bahwa Dia akan mengambil tanah di sana.

“Hai bumi, Aku akan menciptakan manusia dari saripatimu. Sebagian dari mereka ada yang taat kepada-Ku dan sebagian lainnya durhaka kepada-Ku. Siapa yang taat kepada-Ku maka akan Aku masukkan dia ke dalam surga-Ku, dan siapa yang durhaka kepada-Ku maka akan Aku masukkan dia ke dalam neraka-Ku” Imam Ats-Tsa’labi 1.

Kemudian, Allah SWT mengutus malaikat Jibril pergi ke bumi untuk mengambil tanah. Namun sebelum sempat mengambilnya, bumi memberikan pertanyaan kepada Jibril terkait tujuan Allah mengambil tanah di bumi. Malaikat Jibril kemudian memberi jawaban sebagai berikut.

“Karena Allah akan memerintahkan Adam AS dan keturunannya untuk menyembah-Nya. Setiap yang taat diantara mereka akan berada dalam naungan rahmat-Nya dan dipersilakan masuk ke surga. Sementara, Dia akan menyiksa siapa saja di antara mereka yang menentang-Nya dan tidak taat kepada-Nya di dalam penjara Jahanam-Nya untuk selama-lamanya.”

Ketika mendengar jawaban Jibril, Bumi pun memelas dan bersumpah dengan nama Allah bahwa Ia tidak sanggup untuk menanggung beban manusia di bumi.

”Demi Allah, aku berlindung kepada-Mu dari utusan-Mu, agar Engkau tidak mengambil sebagian dari kami jika nantinya akan menjadi penghuni neraka.”

Mendengar sumpah tersebut, Jibril tidak mengambil apa pun dari bumi, lalu kembali kepada Allah dan menceritakan alasan bumi yang bersumpah dengan keagungan Allah bahwa dia tidak memiliki kesanggupan untuk menanggung azab-Nya.

Setelah itu, Allah mengutus dua malaikat sekaligus, yakni malaikat Mikail dan Israfil untuk turun ke bumi mengambil tanah. Lagi-lagi, bumi melakukan hal serupa dengan bersumpah dengan membawa nama Allah. Kedua malaikat ini pun lalu kembali lagi kepada Allah tanpa membawa sedikit tanah pun sama seperti Jibril.

Lalu Allah memerintahkan Malaikat Izrail untuk mengambil tanah itu. Namun Izrail berbeda dengan tiga malaikat lainnya. Ia langsung memukul bumi dengan pedangnya dan bumi pun bergetar ketakutan, lantas malaikat Izrail mencabutnya segenggam. Meski Bumi sudah bersumpah atas nama Allah, namun Ia tetap mengambil tanah seraya berkata:

“Aku takut menyalahi (melanggar) perintah Allah, aku sama sekali tak akan melanggar perintah Tuhanku, meskipun kau merendah”.

Ketika malaikat Izrail mengambil paksa (mencabut) sebagian dari bumi, bumi pun menangis merasa kehilangan. Kemudian tanah itu dibawa menghadap Allah. Lalu Allah berfirman kepada Izrail: “Mengapa engkau tidak mengikuti sumpahnya (bumi)?. Jawab Izrail: ”Perintah-Mu lebih aku ikuti dan aku takuti daripada sumpahnya”. Kemudian Allah berfirman: “Engkaulah Malaikat pencabut nyawa (malakul maut)”

Kemudian Allah memberikan penghargaan kepadanya atas hal tersebut. Dengan alasan inilah Allah memerintahkan atau memberikan tugas kepada Izrail untuk mencabut nyawa-nyawa hamba-Nya.

Malaikat Izrail diberi kemampuan yang luar biasa oleh Allah hingga barat dan timur dapat dijangkau dengan mudah olehnya, seperti seseorang yang sedang menghadap ke sebuah meja makan yang dipenuhi dengan berbagai makanan yang siap untuk dimakan. Ia juga sanggup membolak-balikkan dunia sebagaimana kemampuan seseorang sanggup membolak-balikkan uang.

Sumber:
infoyunikSerba Ada

Tidak ada komentar:

Posting Komentar